Mengenal Ocha Teh Jepang: bagian #1

Posted on September 18, 2013
Ocha sebenarnya bukan berasal dari Jepang. Seorang pendeta Budha datang dari China membawa daun teh hijau itu ke Jepang. Pendeta bernama Myoan Eisai itu kemudian menanamnya di Kyoto pada 1207.Tidak seperti orang China yang menyebut teh dengan green tea, penduduk Jepang memilih menggunakan nama ocha untuk teh hijau. Nama ocha itu sendiri sebenarnya berarti teh. Ocha awalnya digunakan oleh para biksu sebagai bagian dari upacara keagamaan dan pengobatan.Namun pada abad ke-15 dan 16, ocha mulai digemari raja, bangsawan dan samurai. Pada masa itu pun berkembang upacara minum teh. Keberadaan ocha semakin populer dengan adanya varian dari teh tersebut yaitu sencha. Di abad ke-17 dan 18, orang-orang Jepang sudah menjadikan ocha sebagai bagian dari keseharian atau gaya hidup.Selain sencha ada banyak jenis ocha lainnya yang juga disukai orang Jepang. Sebelum mengenal varian dari ocha, yang perlu dipahami terlebih dulu adalah bagaimana proses pembubidayaan tanaman ocha tersebut di Negeri Sakura."Ocha akan semakin enak rasanya jika dihasilkan di wilayah yang memiliki perbedaan cuaca tinggi. Misalnya siang suhunya sekitar 30 derajat dan malam bisa belasan derajat. Perbedaan suhu yang tinggi ini biasanya ada di pegunungan," ujar Key Account Fukujuen, Tomoyuki Igarashi. Fukujuen merupakan salah satu perusahaan yang membeli ocha dari petani, untuk kemudian dijual ke berbagai perusahaan pembuat teh siap saji seperti Suntory.Ocha bisa memiliki warna hijau ketika sudah dibuat menjadi minuman karena dalam proses penanamannya, daun teh dihentikan oksidasinya. Daun teh yang mengalami oksidasi, biasanya akan diolah menjadi teh oolong dan hitam oleh masyarakat Jepang.Sumber: http://wolipop.detik.com/read/2012/07/06/090421/1958963/859/yuk-mengenal-berbagai-jenis-ocha-minuman-favorit-di-negeri-sakura
Ingin bergabung di franchise minuman teh / waralaba minuman teh? Klik disini 🙂 Untuk tahu apa saja keuntungan-keuntungan dan detail franchise minuman teh asetehe, silahkan baca di halaman beranda.

No Replies to "Mengenal Ocha Teh Jepang: bagian #1"


    Got something to say?