Minum Teh : Tradisi Dunia?

Posted on June 17, 2013
 “Memandang jauh, Bara tua mulai menyesap secangkir teh tubruk. Dia menghirup nafas dalam-dalam, menikmati sulur uap teh hangatnya. Merbabu cukup dingin sore itu, sawah-sawah yang mulai menguning kian gelap ditelan senja.Tubuh lelahnya sungguh  bersyukur mendapat si hangat teh. Kembali, dia menatap jauh, menatap masa depan : AKU HARUS BANGKIT!”
 Pernah baca  novel? Tidak jarang kita menemukan banyak filosofi melalui minuman, Yap, selain kopi, teh sering lho dijadikan obyek pengandaian. Kenapa? Karena teh memilki tradisi! Tidak mengherankan,  masyarakat dari berbagai belahan dunia masih menjunjung tinggi tradisi minum teh hingga sekarang.Camelia sinensis, itulah nama ilmiah untuk tanaman teh. FYI, tanaman ini mulai dikenal sejak 2.737 tahun Sebelum Masehi (SM). Lama yah? Dikenal pada masa kekaisaran Sheh Nong di China, teh mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia. Nah…. hingga kini tradisi minum teh masih dilestarikan di berbagai negara.Tengok yuk beberapa tradisi teh di dunia! 😀China2568723845_076976a5da_bKonghu cha. Inilah tradisi bagaimana menyeduh teh dengan benar ala China. Teh disajikan tersendiri, tanpa makanan. Terdapat dua wadah yang digunakan, yakni gelas dan mangkuk. Fungsinya?  Gelas untuk menghirup aroma teh sedangkan mangkuk untuk mengonsumsi air teh. Pernah liat kan di film action China di televisi kalian?Bagaimana cara menyajikannya? Teh ditaruh di dalam sebuah teko tanah liat merah yang memiliki pori rapat terlebih dahulu. Lalu, poci ditaruh di atas mangkuk yang lebih besar, dituangi air mendidih hingga luber. Air yang luber tadi akan ditampung mangkuk besar. Poci ditutup kira-kira dua menit. Air teh kemudian dituang ke dalam gelas lalu dipindahkan ke mangkuk. Seusai memindahkan air teh, tamu menghirup aroma teh dari gelas sebagai tanda penghormatan pada tuan rumah yang telah menyajikan teh. Setelah itu, barulah teh bisa diminum. Proses ini dilakukan berulang-ulang karena ukuran mangkoknya memang kecil. 😀 JepangPernah nonton film samurai Jepang? Pasti sebagian besar ada scene dimana mereka minum teh. Chanoyu, inilah tradisi minum teh di Jepan, artinya “air panas untuk teh”. Dalam perkembangannya, minum teh menjadi upacara minum teh. Tradisi ini sangat dipengaruhi oleh Buddha Zen. Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan tenang. Chanoyu sendiri telah dianggap sebagai bagian meditasi untuk mendapatkan keseimbangan jiwa (ketenangan diri).Mangkuk diputar-putar dan duduk bersila sebagai permulaan. Ini dilakukan selama berjam-jam, dan tidak boleh ada yang bicara. Proses ini dilakukan dengan maksud menghargai teh, bumi, Tuhan, alam, dan teh yang dinikmati hanyalah satu jenis. Meditasi berhasil karena berjam-jam bersabar dan membuahkan hasil, bukan? 😉Rusia Sejak abad ke-17, bangsa Rusia telah mengenal teh. Berbeda dengan kebanyakan negara-negara Asia, mereka mengikuti tradisi orang Barat. Mereka minum teh sambil berdiri. Masyarakat Rusia menggunakan ketel samovar, mirip ketel orang Mongol. Samovar dulu dikenal untuk membuat minuman madu berempah. Air dididihkan di ketel samovar dengan tungku dan arang.Penempatan samovar berbeda tergantung musim. Pada musim panas, samovar ditempatkan di meja di sebuah taman. Asap dari air mendidih bisa keluar dengan leluasa. Sedangkan di musim dingin, samovar ditempatkan di dalam ruangan. Leher ketel disambungkan dengan pipa menuju cerobong asap. Oleh karena itu, anda bisa melihat kepulan asap dari rumah-rumah orang Rusia yang beraroma teh. Sambil menunggu air mendidih, apa yang dilakukan? Orang Rusia memanaskan zavarka atau poci teh. Setelah itu, mereka mengelap uap yang menempel di zavarka dengan serbet. Daun teh dimasukkan sampai hangat dan layu dalam zavarka yang ditutup hingga aroma teh keluar. Setelah itu, air mendidih dituangkan pada zavarka hingga daun tenggelam.Air teh mulai dituangkan dalam gelas-gelas perak. Ada tradisi unik disini. Untuk menikmati teh, dimasukkan satu sendok selai atau gula putih ke dalam mulut, lalu teh yang biasanya telah ditetesi lemon diminum. Berneda dengan tradisi china, teh disajikan dengan kue-kue manis.KoreaTradisi minum teh di Korea menarik, tapi kurang terkenal. Tradisi minum teh Korea sendiri merupakan perpaduan antara tradisi di Jepang dan China. Teh ditaruh di satu mangkuk, dan disediakan teko berbentuk panjang. Mangkuk digunakan untuk mendinginkan air karena teh yang diminum adalah teh hijau. Seperti karakteristiknya, teh hijau sebaiknya diseduh dengan air yang tidak terlalu panas.Peserta minum teh ini diharuskan menggunakan hanbok, baju khas Korea. Sedangkah teh ditaruh di atas nampan. Berbeda dengan Jepang dan China, proses minum teh di Korea lebih simple. 😉

 

Melihat sejarah dan tradisi yang masih dipegang kuat masyarakat, tidak salah teh menjadi minuman yang populer. Disamping manfaatnya, minat masyarakat sendiri tinggi. Tidak mengherankan, banyak waralaba teh menjamur di masyarakat. Peluang waralaba minuman teh sangat tinggi. Tentunya, didukung kreativitas dan strategi marketing beserta inovasinya. Asetehe sendiri merupakan salah satunya.

Kenapa? Karena minum adalah kebutuhan utama manusia. That’s simple! 😀 Sumber :http://www.okefood.com/read/2013/01/15/299/746699/mengapa-orang-jepang-perlu-waktu-lama-meminum-teh
Ingin bergabung di franchise minuman teh / waralaba minuman teh? Klik disini 🙂 Untuk tahu apa saja keuntungan-keuntungan dan detail franchise minuman teh asetehe, silahkan baca di halaman beranda.

No Replies to "Minum Teh : Tradisi Dunia?"


    Got something to say?